Ilmu Pengetahuan Sosial Sekolah Dasar' rangkuman ' ( PGSDUNUNTB )
Rangkuman pendidikan IPS SD
BAB I
IPS SD
1. pengertian dan Misi IPS
- IPS memiliki kekhasan sebagai pendidikan disiplin ilmu, yakni kajian yang bersifat terpadu (integrated), interdisipliner, multidimensional bahkan cross-diciplinary ( Numan Somantri, 2001: 101 ).
- IPS merupakan studi terintegrasi dari ilmu IPS untuk mengembangkan potensi kewarganegaraan yang di koordinasikan dalam program sekolah sebagai pembahasan sistematis yang dibangun dalam beberaba disiplin ilmu ( antropologi, arkeologi, ekonomi, geografi sejarah, hukum, filsafat ilmu-ilmu politik, psikologi, agama, sosiologi dan juga memuat isi dari humaniora dan ilmu-ilmu alam ).
- Ilmu pengetahuan sosial membawa misi pendidikan kewarganegaraan, termasuk didalamnya pemahaman mengenai individu atau masalah sosisal terpadu secara interdisipliner dalam kurikulum sekolah yang akan menekankan pada praktek pengambilan keputusan.
- Secara umum IPS dapat dimaknai sebagai seleksi dari struktur disiplin akademik ilmu IPS yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan psikologis untuk mewujudkan tujuan pendidikan dalam kerangka pencapaian tujuan pendidikan nasional yang berdasarkan pancasila ( Numan Somantri , 2001 ; 103 ).
- IPS sebagai mata pelajaran ditingkat sekolah dasar pada hakikatnya merupakan suatu integrasi utuh dari disiplin ilmu IPS dan disiplin ilmu lain yang relevan untuk merealisasikan tujuan termasuk konsep, struktur, cara kerja ilmuwan sosial, aspek metode, maupun pedagogis dan sosial budaya untuk kepentingan pendidikan.
- Fungsi pengajaran IPS di SD untuk mengembangkan pengetahuan, nilai, sikap, dan keterampilan sosial dan kewarganegaraan peserta didik agar dapatdirefleksikan dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.
- Misi utama pendidikan IPS adalah untuk membantu siswa belajartentang masyarakat dunia dimana mereka hidup dan memperoleh jalan untuk belajar menerima realitas sosial dan untuk mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk membantu mengasah pencerahan manusia
2. Tujuan IPS
- IPS bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan sosial dalam bentuk konsep dan pengalaman belajar yang dipilih atau diorganisasikan dalam rangka kajian IPS.
- IPS di SD bertujuan untuk membentuk warga negara yang baik ( memiliki kemampuan dan keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari, bangga menjadi bangsa Indonesia dan cinta tanah air ).
- Kategori karakteristk tujuan IPS ; pendidikan kemanusiaan, pendidikan kewarganegaraan dan pendidikan intlektual ( Bruce Joyce melalui Kenworthy 1981;7 ).
- Kategori tujuan IPS ; pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai ( Fraenkle 1980;8-11 ).
- Tujuan pembelajaran IPS adalah mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi dimasyarakat, memiliki sikap mental positif, terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi, dan terampil menghadap setiap masalah yang terjadi sehari-hari yang menimpa diri sendiri maupun masyarakat ( Pusat Kurikulum 2006;7 ).
- Dalam perspektif formal dan realistik, IPS ditingkat sekolah bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik sebagai warga negara yang menguasai pengetahuan ( knowlege ), keterampilan ( skill ), sikap( attitude ) dan nilai ( values ).
3. Kurikulum IPS
Sesuai dengan Standar Isi yang dikembangkana oleh BSNP yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintahan No.19 tahun 2005, berikut kurikulum IPS di Sekolah Dasar ;
a. Sifat konsep
- Sifat konsep terkadang dimanfaatkan untuk mengklasifikasikan, mengkategorikan, dan mengatur sejumlah pengetahuan spesifik dengan kesepakatan tertentu.
- Konsep harus selalu dikaitkan dengan makna; beberapa kata hanya dapat digunakan sebagai label saja.
- Pengertian konsep dapat dikembangkan dengan deskripsi atau definisi, menyediakan deskripsi atau definisi, atau keduanya, yang kesemuanya berakar pada pengalaman peserta didik, yaitu berkaitan dengan sesuatu yang sudah dikenal. Hal ini berarti bahwa jika kita ingin mengembangkan konsep baru atau memperpanjang makna yang dipahami secara parsial, sangat penting untuk menghubungkannya dengan pengalaman dan pengetahuan sebelumnya. Bahan-bahan IPS secara harfiah sarat dengan konsep-konsep yang membawa banyak arti.
b. Mengubah konsep kebentuk pemikiran yang tepat untuk anak SD
- Langkah-langkah yang harus dilakukan guru dalam mengatur kompleksitas materi pelajaran, konsep-konsep dan generalisasi sebagai berikut ;
- Menentukan konsep dan ide-ide kunci dalam suatu bentuk yang berorientasi pada anak.
- Memilih mata pelajaran yang bisa diidentifikasi oleh anak-anak.
- Mengembangkan gagasan hanya ke titik di mana anak-anak bisa menerapkannya pada realitas.
- Memfokuskan pada pendekatan diagnostik untuk mengajar.
c. Tiga Strategi Membangun Konsep
- Strategi pengajaran yang digunakan dalam mengembangkan konsep-konsep IPS sering dikaitkan dengan tiga cara belajar konsep berikut ini ;
- Mendaftar, Mengelompokkan, dan melebelkan ; Strategi ini sangat berguna, khususnya ketika peserta didik telah melakukan sejumlah pengamatan dalam waktu singkat dan perlu memilah-milah apa yang dialami menjadi kategori yang bermakna.
- Mengalami, membuat hipotesis dan menguji ; Strategi ini sangat berguna untuk mengajarkan konsep-konsep seperti kebudayaan, keadilan, konflik, demokrasi, kesetaraan, dan konsep-konsep lain dalam IPS yang relatif sulit untuk didefinisikan
- Mengenali contoh dan bukan contoh ; Strategi ini berguna untuk memahami konsep, dimana ada kesepekatan masuk akal diantara para ahli pada atribut yang mengidentifikasikan konsep ini.
d. Mengembangkan Generalisasi
- Generalisasi adalahhubungan antara dua atau lebih konsep yang biasanya dinyatakan sebagai laporan deklaratif.
- Jenis generalisasi dengan pendidikan IPS adala ;
- Generalisasi deskriptif.
- Generalisasi sebab dan akibat. Mungkin telah dikembangkan
- Generalisasi pernyataan dari prinsip nilai. Itu juga, mungkin
- Generalisasi hukum universal atau prinsip
- Seperti konsep, generalisasi juga harus dikembangkan bedasarkan pengalaman yang sudah dimiliki anak-anak, sangat penting bagi mereka untuk memahami keterkaitan makna konsep-konsep dalam generalisasi.
- generalisasi tidak akan bernilai dan brmakna jika hanya sekedar dihafal tanpa dimengerti.
2. Mengajarkan Keterampilan IPS.
- Keterampilan umumnya diklasifikasikan menjadi 3, yaitu ; motorik, intelektual, dan sosial.
- Semua keterampilan memiliki dua karakteristik yang sama yaitu ; berhubungan dengan perkembangan dan membutuhkan latihan jika mereka harus dikuasai.
- Keterampilan yang dipelajari lebih efektif ketika langsung dikaitkan dengan situasi aktual di mana keterampilan itu akan digunakan.
- Prosedur dalam keterampilan mengajar ; pertama-tama harus memahami apa yang terlibat dalam keterampilan, bagaimana digunakan, dan apa artinya. Kedua, para siswa harus belajar menggunakan keterampilan dengan sederhana dan hati-hati di bawah bimbingan guru. Ketiga, mereka perlu latihan tambahan dalam variasi keahlian yang semakin kompleks yang diterapkan dalam pengaturan fungsional.
- Langkah-langkah dalam mengajarkan keterampilan (Jarolimek, 1967: 34)
- Pastikan bahwa anak-anak memahami semua hal yang terlibat dalam melaksanakan keterampilan. Tunjukkan kepada merekabagaimana ia digunakan. Sediakan model yang baik dalam pengoperasian keterampilan.
- Bagilah keterampilan ke dalam beberapa komponen dan atur mereka secara berurutan. Mengembangkan urutan mengajar langkah demi langkah, meminta anak-anak melakukan masing-masing komponen seperti yang disajikan dan dijelaskan. Mengawasi secara hati-hati untuk memastikan respon mereka sudah benar.
- Mintalah anak-anak melakukan variasi keterampilan sederhana dibawah pengawasan.
- Setelah melakukan keterampilan dengan benar, masihdalam pengawasan guru, berikan latihan dan kesempatan untuk menggunakan variasi sederhana yang memastikan keberhasilan.
- Secara bertahap meningkatkan kompleksitas variasi keterampilan,dan mulai meminta anak-anak menerapkan keterampilan dalamsituasi yang sangat berguna. Langkah 6 Lanjutkan jika seseorang harus membalik-balik seluruh.
3. Mengajarkan Nilai dan Sikap
- Kepedulian terhadap nilai-nilai dan proses penilaian jelas berhubungan dengan perkembangan moral anak-anak.
- Nilai-nilai pendidikan berkaitan dengan nilai-nilai umum dan nilai-nilaipribadi. Nilai-nilai kebebasan, keadilan, kesetaraan, kejujuran, pertimbangan untuk orang lain, individualisme, martabat manusia, tanggung jawab, dan kebenaran adalah contoh nilai-nilai umum yang ada dalam konsensus. Ini tidak berarti bahwa setiap orang memiliki nilai yang sama atau mereka menafsirkan dengan cara yang sama. Tetapi ada kesepakatan umum bahwa nilai-nilai tersebut mencerminkan orientasi dasar masyarakat.
- Nilai-nilai umum ditampilkan melalui IPS dengan cara berikut:
- Kehidupan sehari-hari di dalam kelas yang menekankan pertimbangan untuk orang lain, kebebasan dan kesetaraan, kebebasan berpikir, tanggung jawab individu atas tindakan seseorang, dan martabat individu manusia.
- Studi tentang sejarah dan perkembangan negara ini menekankan cita-cita yang mengilhami dan menunjukkan bahwa diperlukan usaha untuk terus menerus bergerak mendekati kenyataan dari sesuatu yang dicita-citakan.
- Studi biografi individu yang hidupnya mencerminkan nilai-nilai umum bangsa.
- Studi tentang hukum, sistem hukum dan keadilan.
- Perayaan liburan yang memperkuat nilai-nilai dan cita-cita yang terkait dengannya.
- Analisis yang bijaksana mengenai makna pernyataan seperti pembukaan konstitusi negara.
- Membangun kesadaran untuk situasi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai masyarakat yang berkomitmen.
- Studi lintas-budaya untuk menggambarkan perbedaan nilai dari satu masyarakat dengan masyarakat lainnya.
- Raths, Harmin, dan Simon (1978: 38) usaha orang dewasa dalam usaha membantu anak-anak dalam proses penilaian dapat dilakukan degan hal-hal berikut:
- Mendorong dan membebaskan mereka untuk membuat banyak pilihan
- Membantu mereka menemukan alternatif ketika menghadapi pilihan
- Membantu anak menimbang alternatif, berpikir, merenungkan konsekuensi dari masing-masing.
- Mendorong anak-anak untuk mempertimbangkan tentang hadiah dan penghargaan.
- Beri kesempatan mereka untuk menegaskan pilihan.
- Mendorong mereka untuk bertindak, berperilaku dan hidup sesuai dengan pilihan mereka.
- Bantu mereka menyadari perilaku berulang atau pola dalam hidup mereka.
- Cara lain untuk mengetahui sesuatu adalah dengan memecahkan masalah secara ilmiah. Bila prosedur ini digunakan, biasanya disajikan dengan lima langkah berikut:
- Identifikasi masalah
- Pembentukan hipotesis
- Pengumpulan data
- Pengujian hipotesis dalam hal bukti (atau data)
- Menarik kesimpulan berdasarkan bukti.
- Prosedur yang tepat untuk mengajarmereka keterampilan berpikir yang berkaitan dengan pemecahan masalahadalah mereka yang kita sebut berorientasi penyelidikan atau investigasi.
- Proses berpikir terdiri dari serangkaian sub keterampilan, dan seperti keahlian lain, mereka harus dilakukan jika mereka harus diterapkan dengan tingkat kemahiran. Sub keterampilan ini dapat diidentifikasi sebagai berikut ;
- Mengidentifikasi masalah dan pertanyaan untuk studi.
- Membuat kesimpulan dan menarik kesimpulan dari data.
- Membuat perbandingan.
- Mengembangkan hipotesis.
- Menggunakan bukti untuk menguji hipotesis.
- Perencanaan bagaimana belajar pertanyaan atau masalah.
- Mendapatkan data dari berbagai sumber.
- Memprediksi hasil yang mungkin.
- Memutuskan apa bukti yang diperlukan dalam mempelajari masalah.
- Memutuskan apa bukti yang relevan dengan penelitian ini.
- Tidak semua cara mengajar IPS perlu, atau bahkan harus berorientasi pada penyelidikan. Modus mengajar yang dipilih harus konsisten dengan tujuan yang ingin dicapai. Jika tujuannya adalah untuk menyampaikan informasi kepada anak-anak atau untuk mengajarkan keterampilan, cara mengajar eksposisi dan demonstrasi sering lebih efektif dan efisien daripada penyelidikan. Akan tetapi,jika tujuannya adalah untuk melatih kemampuan berpikir dan keterampilanmenyelesaikan masalah, strategi penyelidikan harus digunakan.
BAB III
PERENCANAAN PEMBELAJARAN IPS
1. Tipe-Tipe Rencana Pembelajaran
- Guru yang berpengalaman bisa memilih dan menggunakan tiga jenis rencana pembelajaran IPS sebagai berikut:
- Rencana unit
- Rencana jangka pendek yang difokuskan pada topik tunggal, ide utama atau keterampilan
- Rencana harian.
- Rencana jangka panjang, biasanya disebut sebagai unit kerja, mencakup periode enam sampai sepuluh minggu, selama beberapa waktu di mana kelas mempelajari beberapa topik yang luas secara berkesinambungan.
- Rencana harus memindahkan proses belajar secara berurutan dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu.
- Perencanaan berbasis buku pelajaran merupakan salah satu yang dikembangkan terlebih dahulu oleh guru, yang seringkali bergantung pada buku teks atau dokumen kurikulum lain dalam menentukan sifat dan isi program. Hal inilah yang bisa dipandang
- Perencanaan yang berorientasi topik atau subyek ; Interaksi lebih banyak dilakukan melalui jalur diskusi yang benar karena bertentangan dengan prosedur pertanyaan danjawaban.Ini sama sekali bukan pendekatanyang berpusat pada anak, dan juga tidak sepenuhnya diarahkan oleh guru.
- Perencanaan informal yang berpusat pada siswa ; Unit yang dipelajari dan pengalaman belajar direncanakan bersama oleh guru dan anak-anak dalam hal kepentingan dan latar belakang. Dengan demikian, unit muncul di bawah bimbingan guru, yang bergantung pada inisiatif pelajar.
- Guru yang sama mungkin menangani topik yang sama dengan cara yangberbeda.
- Berikut adalah deskripsi komponen penting dari rencana unit secara keseluruhan. Pembaca harus memahami bahwa terkadang penilaian individu dan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh guru dalam IPS tidak sesuai dengan perencanaan dan pengajarannya.
- Melakukan survey ketersediaan sumber belajar
- Menetapkan tujuan ; tujuan bisa dibingkai dengan pernyataan umum yang luas yang menjelaskan kepada anak-anak mengapa mereka diharapkan untuk belajar. Cara lain untuk menentukan tujuan adalah dengan mengamati bentuk perilaku siswa.
- Memilih dan mengorganisasikan materi pokok ; pengorganisasian materi pelajaran berkaitan dengan penetapan fokus pembelajaran dan penentuan ide utama dan konsep-konsep penting. Sebaiknya, materi pelajaran juga disusun berdasarkan tujuan yang berhubungan dengan keterampilan, sikap, dan nilai-nilai yang selanjutnya dikembangkan secara bersamaan.
- Mengawali pembelajaran ; Guru dapat menggunakan permainan yang cukup dramatis untuk mengawali suatu materi baru.
- Mengembangkan pembelajaran ( permasalahan, pengalaman, atau kegiatan ) ; Pengembangan materi pembelajaran yang baik selalu menggunakan ketentuan untuk melibatkan anak dalam perencanaan kegiatan pembelajaran. Secara umum, pengembangan materi pembelajaran terdiri dari urutan prosedur yang saling terkait. Dalam bentuk yang paling sederhana, pola ini bisa digambarkan sebagai berikut:
- Mengidentifikasi masalah dan mengumpulkan informasi
- Aplikasi melalui kegiatan ekspresif
- Meringkas, generalisasi, dan mentransfer ke situasi baru sehingga identifikasi masalah-masalah baru yang bersifat lebih kompleks, selanjutnya siklus tersebut kemudian diulang. Prosedur ini mencakup konsumsi dan kegiatan ekspresif. Anak-anak tidak hanya menerima pengetahuan tetapi juga harus bertindak berdasarkan pengetahuan yang diperoleh. Selain itu, mereka harus menggeneralisasikan dan menerapkan pengetahuan mereka untuk masalah-masalah dan situasi baru . Ketika unit bergerak ke tahap pengembangan, setiap periode kelas harus memberikan tiga kegiatan pembelajaran: kesiapan, bekerja-belajar, dan ringkasan dan evaluasi.
- Ketika unit bergerak ke tahap pengembangan, setiap periode kelas harus memberikan tiga kegiatan pembelajaran: kesiapan, bekerja-belajar, dan ringkasan dan evaluasi.
- Berikut ini adalah beberapa contoh kegiatan belajar untuk semua tingkatan kelas; Berbagi, konstruksi, percobaan, mendengarkan, diskusi, menuliskan pengalaman, drama kegiatan, seni pengalaman, karyawisata, dan pengolahan.
- 6. Evaluasi belajar ; prosedur evaluasi yang digunakan bisa berupa informal dan formal, disesuaikan dengan tujuan.
- 7. Menyimpulkan dan menutup pembelajaran ; Guru harus merencanakan serangkaian kegiatan yang mendorong anak-anak untuk meringkas apa yang telah mereka pelajari. Hal penting untuk menutup pembelajaran adalah memberikan kesempatan kepada siswa untukfikasikan apa yang ditemukan dan menjadi kepentingan utama bagi mereka dan mengidentifikasikan dimana studi tambahan yang diperlukan.
3. Menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
- Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial harus kontinu dari satu hari ke hari berikutnya. Rencana pelajaran harus konsisten dengan keberlanjutan yang terus menerus dalam belajar. Ada empat komponen penting dari rencana jenis ini, yaitu ;
- tujuan yang mengidentifikasi hal-hal yang akan dipelajari anak-anak
- pengembangan pelajaran untuk memasukkan ; kesiapan atau kepentingan-bangunan prosedur yang menunjukkan bagaimana urutan adalah mulai dan pekerjaan-studi kegiatan yang menunjukkan apa yang akan dilakukan anak untuk membantu mereka belajar, ringkasan dan evaluasi yang menunjukkan bagaimana urutan.
- kegiatan penutup
- daftar bahan ajar dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengajarkan urutan.
4. Mereview Kecukupan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
- Perencanaan pembelajaran adalah proses yang terbuka, yang bisa dilakukan terus tanpa henti. Pada titik tertentu, guru harus memutuskan bahwa pelajaran sudah cukup baik direncanakan dan kemudian dapat beralih ke hal-hal lain.
- Checklist rencana pelaksanaan pembelajaran dapat bermanfaat dalam menentukan apakah semua aspek penting dari pelajaran sudah diberikan perhatian yang memadai dalam proses perencanaan.
BAB IV
MEMILIH DAN MEMANFAATKAN SUMBER BELAJAR
- Menurut Jarolimek (1967: 80) bahan dan sumber belajar dalam IPS dapat dikelompokkan menjadi dua kategori:
- reading material (bahan bacaan) yang bisa berupa buku teks, ensiklopedi, referensi, komputer, majalah, pamflet, koran, kliping, folder perjalanan, kelas berkala, bahan cetak.
- non-reading material (bukan bahan bacaan), yang bisa berupa gambar, film, filmstrips, rekaman, kunjungan lapangan, peta, bola dunia, dan berbagai jenis sumber belajar yang berasal dari masyarakat.
- Ketika memilih sumber belajar, yang perlu diperhatikan dan penting untuk dipikirkan guru adalah tujuan yang akan dicapai. Salah satu sumber belajar atau bahan yang dipilih seyogyanya efektif dan mampu membawa siswa ke arah tujuan
- Alasan pentingnya guru untuk menggunakan berbagai media pembelajaran:
- Tidak semua anak belajar dengan cara yang sama
- Rentang kemampuan membaca anak yang dipilih secara acak untuk membentuk kelompok kelas sekolah dasar yang besar, rata-rata 3 sampai 5 tahun di kelas yang lebih rendah dan 5 sampai 10 tahun di kelas menengah dan atas.
- Setiap media memiliki kekuatan yang khas dan keterbatasan dalam menyampaikan pesan.
- Dampak pesan yang disampaikan mungkin akan lebih kuat jika lebih dari satu sistem sensorik yang terlibat untuk menerima hal itu.
- Bahan yang harus dipelajari sangat bervariasi, abstrak dan kompleks.
- Penggunaan berbagai media dapat memotivasi dan meningkatkan kualitas ketertarikan siswa pada materi.
- Model pembelajaran yang menekankan pada penyelidikan dan memerlukan pemecahan masalah yang luas untuk mengatur pencarian informasi tahap dan sumber.
- Berbagai sumber yang bervariasi dapat memberikan wawasan yang berbeda pada subjek yang sama. Hasil ini mungkin akan berbeda jika guru hanya
- Kualitas suatu sumber belajar, khususnya buku pelajaran, dapat diketahui dariketerampilan guru dalam menggunakannya. Semua bahan dan sumber belajar membutuhkan kemampuan guru untuk menyiapkan panggung belajar dan memilih tempat penggunaannya.
- Bahan Bacaan
- Buku Pelajaran
- Untuk menggunakan buku pelajaran IPS dengan efektif, hal pertama dan utama yang harus dilakukan guru adalah memilih salah satu dari beberapa fungsi buku seperti yang dituliskan Jarolimek (1967: 83) , yaitu ; exploratory reading, securing facts related to the study, map, chart, graph, or picture study, dan summarization of learning.
- Dalam proses Selanjutnya, ketika sudah memilih salah satu fungsi buku, kemudian guru mengikuti langkah-langkah penggunaannya sesuai uraian berikut ini ;
- Mengeksplorasi kemampuan membaca
- Mendapatkan fakta yang berkaitan dengan materi
- Peta, chart, grafik, atau gambar
- Menyimpulkan pembelajaran
- Ensiklopedia
- Referensi Tambahan
- Buku-buku literatur yang berguna untuk pembelajaran IPS menurut Jarolimek (1967: 88) dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam sebagai berikut ;
- akun informative (informative accounts)
- fiksi informatif (informative fiction)
- biografi (biographies)
- sejarah non fiksi (nonfiction history)
- puisi (poems)
- bahan yang diproduksi secara local (locally produced materials)
- Bahan-bahan murah dan gratis
2. Bukan Bahan Bacaan
- gambar, foto, ilustrasi
- film
- filmstrip
- slide
- overhead priyektor
- media audio ( auditory aids )
- televisi
- kamar lingkungan
- papan buletin
- Bukan bahan bacaan ( non readig materials ) merupakan klassifikasi istilah untuk menunjukkan bahan yang lebihbanyak tergantung pada pengelihatan dan suara dalam menyampaikan arti mengenai suatuhaldaripada interpretasi kata-kata yang tercetak.
3. Masyarakat Setempat
- Hal yang harus dilakukan guruterkaitsumber belajar ini adalah bahwa manusia melakukan proses pembelajaran seumur hidupdalam masyarakat.
- Dalam komunitas lokal, anak diperkenalkan tentang konsep geografis, cara hidup dalam suatu krlompok , pelaksanaan pemerintahan, prodksi dan distribusi barang jasa, dan warisan sejarah bangsa yang kaya.





Komentar
Posting Komentar